Universitas Sintuwu Maroso Poso
Sejarah pendidikan di Poso berawal dari Sekolah Zending yang didirikan oleh A.C. Kruyt, yang menyadari bahwa pekabaran Injil di Poso membutuhkan sarana pendukung strategis, yaitu mendirikan sekolah. Pada tahun 1894 Albert Christian Kruyt mulai banyak berkunjung ke desa-desa sekitar Poso Pesisir.
Salah satu usaha yang dilakukan oleh A.C. Kruyt adalah mendirikan sekolah di desa Panta dan Tomasa di wilayah Pebato Poso Pesisir yang merupakan sekolah pertama yang didirikan oleh A.C. Kruyt pada tahun 1894, dan disusul desa lainnya di wilayah Pebato diantaranya desa Buyumbayan Malitu .
Pada awalnya pembukaan sekolah-sekolah di wilayah Pebato menemui hambatan karena beberapa alasan, pertama, adanya pandangan masyarakat Poso bahwa sekolah bertujuan mendidik para budak kompeni Belanda. Kedua, adanya pandangan masyarakat bahwa biaya sekolah yang gratis merupakan daya tarik, tetapi kemudian akan diminta dibayar dan apabila tidak mampu membayar maka anak akan dijadikan jaminan.
Ketiga, adanya tekanan dari Kerajaan Luwu dan Kerajaan Sigi, agar orang Poso tidak diijinkan untuk sekolah, karena akan menyaingi kepintaran mereka. Keempat, adanya anggapan masyarakat bahwa sekolah akan merusak kehidupan adat masyarakat Poso. Kelima, sekolah akan merongrong kewibawaan orang tua, dan anak-anak tidak perlu pintar.
Selengkapnya : Universitas Sintuwu Maroso Poso
Catatan : Jika kamu merasa tulisan ini menarik, sebarkan kepada teman2mu di facebook Klik Disini
















