Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung
Sekolah Tinggi llmu Komunikasi (Stikom) Bandung adalah lembaga pendidikan tinggi yang dibentuk oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat dan Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pelatihan Komunikasi (LP3K) Bandung di bawah naungan Yayasan Nurani Bangsa.
Kerjasama kedua lembaga tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap pendidikan ilmu komunikasi di Indonesia yang cenderung lebih banyak memberi bobot pada aspek teoritis dari pada praktis. Akibatnya terjadi kesenjangan antara lutusan yang dihasilkan dengan tuntutan dunia kerja bidang profesi komunikasi yang dewasa ini semakin terbuka.
Stikom Bandung meyakini bahwa kebutuhan tenaga kerja dalam jasa informasi dan komunikasi akan kian membengkak dalam kehidupan masyarakat yang tingkat ekonominya makin maju. Halnya di Indonesia, munculnya industri televisi swasta, production house, dunia radio dan dunia media cetak tidak lain merupakan hasil dari meningkatnya kehidupan ekonomi kita. Munculnya era reformasi yang mengusung kebebasan berbicara dan berpendapat sebagai konsekuensi dari demokrasi— menjadi pemicu munculnya booming media cetak dan elektronik di Inonesia. Maka kebutuhan akan keahlian komunikasi terasa amat penting.
Stikom Bandung yang pada awal berdiri tahun 1992 bernama Studi Terpadu llmu Komunikasi memperoleh status ‘Terdaftar’ sebagai Sekolah Tinggi llmu Komunikasi berdasar SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 49/D/O/1998 tanggal 4 Juli 1998. Program studi yang dikelola adalah Jurnalistik, Kehumasan (Public Relations) dan Penyiaran baik jenjang S1 maupun D3. Saat ini, Stikom Bandung sudah terakreditasi BAN PT Nomor: 028/BAN-PT/Ak-XS1/2007.
Kurikulum yang diterapkan Stikom Bandung diarahkan pada penguasaan aspek keterampilan (vocational) demi memenuhi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. Karena itu, Stikom Bandung berupaya menyiapkan berbagai fasilitas pembelajaran untuk memenuhi tujuan dan arah pendidikan yang ditetapkannya, antara lain: laboratorium komputer, laboratorium radio siaran, laboratorium komputer grafis, laboratorium televisi, koran, majalah, in-house magazine, dan job training di berbagai perusahaan.
Orientasi Pendidikan
Seluruh kegiatan pendidikan diarahkan agar mahasiswa mampu mengembangkan diri serta memiliki kesiapan mental, etos kerja, keterampilan, dan keahlian profesional yang dibutuhkan dalam dunia kewartawanan, kehumasan (public relations), dan penyiaran (broadcasting). Kurikulum Stikom Bandung disusun sedemikian rupa sehingga perbandingan antara mata kuliah teoritik dan praktek adalah 40:60. Untuk itu, sebagian besar dosen Stikom Bandung (60%) adalah para praktisi di bidangnya, sementara sisanya adalah para akademisi.
Jaringan Kerjasama
Untuk mengembangkan kinerja institusi dan peningkatan kualitas pendidikan, Stikom Bandung membangun kerjasama kelembagaan dengan berbagai organisasi, lembaga, pemerintah, lembaga profesi berskala lokal, nasional, maupun internasional.
Beberapa organisasi tersebut antara lain: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Bandung, Forum Mahasiswa PR Bandung, Assosiasi Public Relations Indonesia (APRI), Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Jawa Barat, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), MNC, Trans TV, Trans 7, RRI, RRI Bandung, UNPAD, Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat, SCTV, TVRI Jawa Barat dan Banten, dan lainnya.
Profil Lulusan
Sampai saat ini sudah ratusan lulusan Stikom Bandung yang bekerja di sejumlah institusi, baik negeri maupun swasta yang tersebar di berbagai pelosok di tanah air. Sejumlah institusi yang sudah menyerap lulusan Stikom Bandung di antaranya: RCTI, SCTV, Indosiar, TV One, Metro TV, Trans TV, Trans 7, Seputar Indonesia, Pikiran Rakyat, PT. Telkom, Detik.com, Pemerintah Daerah, Radio Mara, Auto Radio, Galamedia, Radar Bandung, Bandung Ekspres, dan lainnya. Tidak sedikit di antara mereka yang juga memilih profesi sebagai usahawan yang mengelola industri kreatif seperti distro, agen iklan, kuliner, dan lainnya.
Mereka menggeluti berbagai profesi yang prospektif di antaranya: cameraman, jurnalis, script writer, copy writer, penyiar, pemandu acara, produser, tim kreatif, staf humas, juru bicara, customer service officer, dan lainnya. ***
Catatan : Jika kamu merasa tulisan ini menarik, sebarkan kepada teman2mu di facebook Klik Disini
















